Restorasi Meiji, Lompatan Besar Bangsa Timur

Dalam masa Tokugawa (Edo) yang berjaya mulai 1603 sampai 1867 M, akan menjadi bentuk pemerintahan Jepang kuno yang terakhir karena kebudayaan

Selama abad-16, kekuasaan Jepang terbagi atas peperangan besar antara militer dengan bangsawan Jepang (Daimyo) hamper selama seabad. Kemenangan keshogunan Jepang berlanjut hingga Pertempuran Sekigahara tahun 1600, namun Tokugawa Ieyasu dengan cepat menyatukan kekuatan yang berasal dari militer Istana Edo (Tokyo). Kekaisaran lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Tokugawa Ieyasu sebagai shogun (pemimpin militer) tahun 1603,berdirilah dinasti yang akan memerintah jepang selama dua setengah abad berikutnya.

Fakta Unik: Hanya berselang tuhuh tahun setelah era Meiji berakhir, Jepang baru yang modern dikenal sebagai “lima penguasa” (bersama Inggris, Amerika, Perancis, dan Italia) selama perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I.

Awalnya, rezim Tokugawa memfokuskan kepada restrukturisasi masyarakat,perbaikan hubungan Internasional setelah seabad konflik terjadi. Struktur politik yang didirikan Shogun Ieyasu dan penguatan tentara keturunannya selama era para penerusnya, yakni anaknya Hidetada serta cucunya yakni Iemitsu, membuat para daimyo tunduk kepada Shogun dan membatasi kekuatan daimyo.

Kecurugaannya kepada intervensi dan pengaruh asing, penyebaran Kristen di Jepang mengantarkan rezim Tokugawa kepada penekanan terhadap 300.00 umat Kristen akibat pemberontakan kaum Kristen di teluk Shimabara tahun 1637-1638, pada saat itu keyakinan ini dilarang. Agama resmi dinasti ini adalah Konfusianisme yang merupakan agama yang mencerminkan budaya kesetiaan dan loyalitasnya. Upaya dinasti Tokugawa Jepang membendung pengaruh asing adalah mencegah para pedagang Jepang berdagang ke luar negeri. Langkah politik isolasi ini terjaga hingga 200 tahun berikunya, terkecuali perdagangan kepada pedagang Belanda di Nagasaki. Di saat yang sama, mereka juga menjalin hubungan erat dengan Cina dan Korea, menjafikan China sebagai pemimpin hubungan tersebut.

Aspek Sosial Budaya Era Tokugawa

Paham Konfusianisme baru menjalar di Jepang selama era Tokugawa yang mengubah tatanan masyarakat menjadi empat kelas social yakni para Kesatria (samurai), artis, petani dan pedagang, terlebih lagi mobilitas social tersebut dilarang secara resmi. Di saat yang sama, petani yang menguasai 80 persen populasi dilarang melakukan kegiatan ekonomi selain pada bidang pertanian yang menjadi pemasukan tetap bagi para penguasa tanah.

Perekonomian Jepang tumbuh secara signifikan selama era Tokugawa. Sebagai tambahan bahwa penekanan produksi (termasuk bahan makanan pokok seperti beras, minyak kelapa, indigo, tebu, mulberry, tembakau dan katun), industry manufaktur Jepang juga berkembang pesat, menjadikan peningkatan kesejahteraan para pedagang dan memacu pembangunan kota-kota di Jepang. Pusat kaum urban terdaoat di Kyoto, Osaka, dan Tokyo dan didominasi oleh para pedagang, samurai dan masyarakat. era genroku (1688-1704) khususnya menjadi era keemasan teater Kabuki dan teatrer boneka Bunraku, sastra (khususnya Matsuo Busho, sang sastrawan haiku) serta kerajinan kayu.

Dimulainya Restorasi Meiji

Mengingat bahwa kemajuan sektor pertanian yang lambat bila dibandingkan sektor perdagangan,mengakibatkan kaum samurai dan daimyo tidak meningkat kesejahteraannya dibanding kaum pedagang. Sebagai usaha reformasi fiskal, perselisihan dengan kaisar melemahkan keshogunan Tokugawa pada tengah abad-18 dan 19 M, ketika masa paceklik meningkatkan penderitaan masyarakat. tahun 1867, klan penolak Shogun yakni klan Chosou dan Satsuma membentuk tentara untuk meruntuhkan hegemoni Shogun, dan tahun berikutnya mendeklarasikan sebuah restorasi kekaisaran dalam kekuasaan kaisar muda Meiji yang baru berumur 14 tahun ketika naik takhta.

Kedamaian dan stabilitas selama era Tokugawa dab pembangunan ekonomi yang dicanangkannya, diarahkan menuju modernisasi besar-besaran yang terjadi setelah Restorasi Meiji. Selama masa ini yang berkhir ada kematian kaisar tahun 1912, Negara tersebut menikmati perubahan social, politik dan ekonomi yang besar, termasuk pelarangan feodalisme dan adopsi system cabinet pemerintahan. Sebagai tambahan bahwa rezim ini membuka pintu bagi negara-negara lain untuk menjalin perdagangan ala barat dan pengaruh kekuatan militer yang besar yang nantinya mendorong Jepang dalam percaturan politik dunia.

Bourbon

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © atlhub.net. Designed by OddThemes