Pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

A. Pertempuran Medan Area

asal: wikimedia.Org

Pasukan Sekutu diikuti NICA pada 9 Oktober 1945 memasuki Medan di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly. TKR Medan dipimpin Ahmad Tahir. Sekutu berhasil menguasai Medan bulan April 1946 sehingga pemerintahan RI di Medan hijrah ke Pematang Siantar.

b. Peristiwa Bandung Lautan Api

sumber: republika.Co.Id

Pada 17 Oktober 1945 pasukan Sekutu mendarat di Bandung. Sekutu mengultimatum Bandung dua kali, yaitu pada 21 November 1945 Sekutu mengultimatum agar Bandung Utara dibebaskan dari pasukan Indonesia paling lambat 29 November, serta pada 23 Maret 1946 Sekutu mengultimatum agar kota Bandung dikosongkan dari pasukan Indonesia. Pejuang menolak ultimatum Sekutu dengan melakukan perlawanan dan membumihanguskan kota Bandung Selatan.

c. Pertempuran Ambarawa

asal: wikimedia.Org

Pasukan Sekutu diboncengi NICA masuk ke Semarang pada 20 Oktober 1945 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel.Terjadi perlawanan antara TKR dengan pasukan Sekutu. Presiden Soekarno dan Brigadir Jenderal Bethel berunding untuk menghentikan pertempuran. Pasukan Sekutu melanggar hasil perundingan sehingga pada 20 November 1945 terjadi pertempuran antara TKR dengan pasukan Sekutu di Ambarawa. Akibatnya Letnan Kolonel Isdiman gugur pada 26 November 1945. Selanjutnya TKR dipimpin Letnan Kolonel Sudirman berhasil melancarkan serangan dan mengepung pasukan Sekutu dan pada 15 Desember 1945 pasukan Sekutu mundur.

d. Pertempuran 10 November

Sumber: wikimedia.Org

Pasukan Sekutu yang dipimpin Brigjen A.W.S. Mallaby masuk di Surabaya pada 25 Oktober 1945. Soekarno mengadakan perundingan perdamaian dengan Brigjen A.W.S. Mallaby. Sekutu melanggar perundingan kembali sehingga terjadi pertempuran yang menewaskan Brigjen A.W.S. Mallaby. Sekutu kemudian mengultimatum Indonesia pada 10 November 1945 untuk menyerahkan diri, akan tetapi ultimatum tersebut ditolak Aryo Suryo (gubernur Jawa Timur). Hal tersebut memicu terjadinya pertempuran antara pasukan Sekutu dengan arek-arek Surabaya (TKR Surabaya) yang dipimpin oleh Bung Tomo.

e. Serangan Umum 1 Maret

Sumber kaltim.Tribunnews.Com

Pada peristiwa Agresi militer II (1948), ibukota RI di Yogyakarta berhasil dikuasai Belanda. Sedangkan Soekarno-Hatta ditawan Belanda dan pemerintahan Indonesia dipegang oleh Syafruddin Prawiranegara dengan membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, Sumatra Barat. Selanjutnya pada 1 Maret 1949, pasukan TNI di bawah pimpinan Letnan Kolonel Soeharto menyerang pasukan Belanda dan berhasil menguasai kota Yogyakarta selama enam jam.

Bourbon

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © atlhub.net. Designed by OddThemes