Contoh Pidato Tentang Adab Kepada Kedua Orang Tua, Bikin Merinding

Contoh Pidato Tentang Adab Kepada Kedua Orang Tua - Assalamu'alaikum wr. wb. Selamat datang di blog AsukhaKom. Pada kesempatan yang baik ini saya akan membagikan sebuah pidato tentang adab kepada kedua orang tua.

Adab Kepada Kedua Orang Tua

Isi berdasarkan pidato tentang adab pada kedua orang tua ini akan menciptakan kita sadar betapa beratnya pengorbanan mereka. Sebagai seorang anak yang sudah dilahirkan ke dunia ini, diwajibkan atas kita buat beradab kepadanya, baik itu adab dalam berbicara, bertingkah & lain-lain sebagainya. Apabila orang tua kita masih hidup maka berbaktilah kepada beliau,

Baiklah berikut ini merupakan sebuah contoh teks pidato tentang adab terhadab kedua orang tua yang dapat bapak/ ibu, adik/ kakak jadikan sebagai bahan dalam berpidato.

Baca Juga:Tanya Jawab Tentang Rukun Iman dan Rukun Islam

Muqaddimah

Assalamualaikum wr. wb...

Alhamdulillahirabbil a’lamin wasshalatu wassalamu ‘ala asyrafil ambiyai walmursalin wa’ala alihi washahbihi ajmai’n. Amma ba’du…

Segala puji bagi Allah,tuhan seru sekalian alam. Allah, sang pencipta yg telah menciptakan bumi aceh serambi mekah yg indah laksana satu lempengan syurga yg jatuh kebumi. Begitu ungkapan seorang pengembara Ibnu Batutah. Selawat dan salam ta lupa pula kita paparkan pada insan pilihan, seorang tokoh revolusioner yang merupakan for the first the names, seorang pemimpin yang tidak bergaji seorang direktur yang tak berdasi, seorang guru tanpa sertifikasi, seorang pejabat tanpa demontrasi.

Beliu adalah kekasih Allah yang berpangkat Rasulullah bertitel habibullah, putra Abdullah, Buah hati Siti Aminah,  Beliau ialah Sayyidina Wamaulana Muhammad SAW.

Takzim walikraman alfakir kepada Dewan hakim yang arif bijaksana, Takzim walikraman alfakir kepada dewan guru yang telah sudi kiranya mengajari kami tanpa mengenal rasa lelah dan letih dan juga kepada seluruh hazirin dan hazirat calon penghuninya syurga nya Allah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Dalam kesempatan ini izinkanlah saya untuk memaparkan pidato singkat yang berorientasikan “Adab Kepada Kedua Orang Tua".

Baca Juga:Contoh Pidato Tentang Keutamaan Orang Yang Sabar

Isi Pidato - Penutup

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah...

Dalam kitab muk’jam Almubahraj di sebutkan ada sepuluh ayat yang merintahkan kepada kita untuk terus berbuat baik kepada orang tua,

Salah satu ayatnya ada pada surah Annisa ayat 36 :

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

Artinya : "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua".

Ayat ini, menerangkan dan memerintahkan kepada kita, untuk beribadah kepada Allah SWT. Dan jangan pernah menyekutukannya, lalu Allah juga memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Siapakah kedua orang tua ini ?

Disini ada yang tau ?

Ayo,,, Ada yang tau tidak,,,??

Orang tua yang dimaksud dalam Alqur’an ada Ayah, ada Ibu, teman sekalian ...!

Kalau kita lihat perjuangan seorang ibu maka kita tidak bisa membayar dan membalas seluruh jasa-jasanya kepada kita. Karena dalam Al-Qur’an sudah digambarkan jerih payah seorang ibu kepada anak-anaknya. Apa kata Al-Qur’an…!!

Ibu mengandung sembilan bulan, Ibu melahirkan kita, membesarkan kita bahkan kalo tengah malam ibu jarang tidur kalo anak-anaknya lagi sakit, betul!!  betul…!. betul gak teman-teman!

Seperti pepatah Aceh mengatakan:

BAK SABOH JAMOK POMA MEU LET-LET

BAK SABOH PIJET POMA MEU JAGA

MERIRI MANOK JIKAROM BOH KLEUNG

MEURIRI UREUENG BALAH JASA MA

Teman-teman sekalian ...!

Begitu mulia pengorbanan seorang ibu bahkan kita tidak mampu membalasnya. Seandainya kita gendong ibu dari tempat tinggal hingga ke Mekkah tetapi belum sanggub membalas pengorbanannya.

Hazirin Rahimakumullah …!

Lalu bagaimanakah dengan perjuangan seorang Ayah, yang sering kali kita lupakan jerih payahnya, padahal Ayah adalah kepala keluarga, padahal ayah adalah tulang punggung dalam keluarga, Ayah yang mencarikan nafkah untuk anak-anak dan istrinya, Ayah tidak pernah mengeluh ketika ayah capek, Ayah selalu bangun pagi, dan Ayah meminta kepada Allah agar hari itu Allah bukakan Rezeki untuknya dan untuk keluarganya, apa..? rezeki yang halalan ….thaiba …wasi’an…mubarakah….

Terkadang ketika ayah sudah pulang kerumah, mukanya sudah lesu, bajunya sudah lecek keringat …belum pernah kering. Keringatnya belum kering tapi ayah tidak pernah menunjukkan kelelahannya kepada kita anak-anaknya. Itulah kenapa kita disuruh mencintai Ayah kita, mencintai kedua orang tua kita karena sabda Nabi :

"ihfasudda abi..ka walatak ta u fayuti fuunuraka”.

Kata nabi : "Jagalah kecintaan mu kepada ayah mu dan jangan pernah kamu memutuskannya, karena hal yang demikian akan meredam cahaya mu”. ( H.R-Bukhari ).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah...

Mari sama-sama kita renungkan sejenak terkadang ada bisikan ayah yang seorang anak tak pernah tau apa kata Ayah ...!

Naaaakkk…ayah memang tidak mengandung mu, namun dari ayahlah mengalir darah mu, Ayah memang tidak melahirkanmu namun dari keringat Ayah lah menjadi suapan air susumu.

Ayah memang tidak meyusuimu nak, namun dalam setiap doa Ayah tidak pernah terlupakan namamu. Ayah hanya ingin membanggakanmu kehadapan Rasulullah. Dan menjadi penghalang dari api neraka.

"Rabbi habli minassolihin 3x"

Mari kita berzikir kepada Allah

"Astagfirullah rabbal baroya Astagfirullah minal khathoya"

(Oh ya tuhan ku ampunkanlah kami… Ampunkanlah Ayah dan Bunda kami…)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah...

Dari pidato singkat tadi dapat dipetik tiga poin penting...

  1. Ibu dan Bapak adalah orang yang sangat kita sayangi, bahkan mereka rela bersusah payah demi anak-anaknya.
  2. Berbakti kepada kedua orang tua hukumnya wajib, farzu‘ain maka janganlah mendurhakakan  kepada kedua orang tua kita dengan alasan apapun.
  3. Berbakti adalah jalan menuju syurganya Allah yang indah nan menawan karena itu merupakan jihat fisabilillah.

Hazirin sekalian...

Janganlah sekali-kali kita mendurhakai kedua orang tua kita, takutlah akan azab Allah seperti kisah si maling kundang adalah cerita rakyat yang perlu kita ambil hikmahnya, karena tanpa disadari banyak sekali maling kundang – maling kundang lain dizaman sekarang ini semoga kita mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Amin ya Rabbal Alamin...

Inilah yang dapat saya sampaikan terimakasih atas segala perhatian mohon maaf atas segala kekhilafan maklum saja umur baru seumur jagung ilmupun baru setampuk pinang pengalaman apa hendak dikata.

Aron dilhok bungkok upasi

Aron dimakmur bungkok ubanda

Menyo pidato long mekeuneng bak hate dewan juri

Bek sagai tuwo neuboh juara

Aqulu qauli haza wassala mualaikum wr. wb.

Cara Berpidato Luarbiasa

Demikian contoh pidato tetang adab kepada kedua orang tua. Untuk mempraktekkan atau menggunakan pidato ini, bawa lah dengan gaya dan berirama, dan nada pada pertanyaan untuk berinteraksi dengan pononton, agar pidatonya maksimal. Sebagai contoh lihatlah pada video diatas. Terimaksih...☺☺☺

Wassalam...

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © atlhub.net. Designed by OddThemes